Jakarta · Sabtu, 29 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bos Buruh Protes Keras Gaji UMP Masuk Desil 6-10: Ngawur!

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengkritik keras penetapan desil ekonomi yang menurutnya tidak akurat. Banyak buruh yang masuk desil 6 hingga 10 meskipun masih menerima Upah Minimum Provinsi atau Kabupaten/Kota (UMP/UMK). Said menilai metode penentuan desil perlu dievaluasi karena menggunakan anggaran Rp 7 triliun dari BPS, yang sebenarnya merupakan total anggaran operasional BPS, bukan khusus untuk sensus ekonomi. Dia juga menyoroti bahwa perhitungan desil mempertimbangkan faktor seperti kondisi rumah, kepemilikan kendaraan, dan pengeluaran per kapita, yang menurutnya dapat menghasilkan klasifikasi yang tidak mencerminkan kondisi ekonomi sebenarnya. Sebagai contoh, buruh dengan pendapatan Rp 3 juta bisa masuk desil 9-10 jika mendapatkan hadiah berupa motor, padahal seharusya tidak termasuk dalam kelompok sejahtera. Said Iqbal menekankan bahwa penentuan tingkat kesejahteraan sebaiknya lebih mengedepankan indikator pendapatan atau upah, dan mengusulkan agar pengelompokan desil mengacu pada standar internasional yang diperbarui setiap lima tahun.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait