Sekjen PBB Prihatin atas Eskalasi Operasi Militer Israel di Lebanon Selatan
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi serangan militer Israel di Lebanon selatan, terutama di wilayah Nabatieh. Guterres mengecam peningkatan korban sipil, termasuk wanita dan anak-anak, serta kerusakan pada rumah sakit, tenaga kesehatan, dan institusi publik. Ia mendesak penghentian permusuhan, penarikan pasukan Israel, penghormatan terhadap kedaulatan Lebanon, serta pemenuhan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 dan hukum humaniter internasional.
Data korban menunjukkan perbedaan sumber. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan 27 orang tewas dan 69 luka-luka dalam tiga hari terakhir, dengan total korban sejak 2 Maret mencapai minimal 4.381 tewas dan 12.402 luka, serta lebih dari 1 juta pengungsi. Sementara itu, UN OCHA melaporkan serangan mematikan di Munisipalitas Kfar Roummane yang menewaskan delapan orang dan melukai 11 orang. Laporan UNIFIL mencatat peningkatan operasi darat dan udara sejak akhir pekan hingga Senin (8/9), serta peluncuran proyektil oleh Hizbullah untuk pertama kalinya sejak akhir Juni.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
VOI
Sekjen PBB Sangat Prihatin dengan Eskalasi Operasi Israel di Lebanon Selatan
9 September 2026 pukul 18.06 · Baca aslinya ↗
Media Indonesia
Sekjen PBB Antonio Guterres Prihatin Eskalasi Militer Israel di Libanon Selatan
9 September 2026 pukul 18.34 · Baca aslinya ↗