Jakarta · Rabu, 9 September 2026Cari
WargaKonoha

Sekjen PBB Antonio Guterres Prihatin Eskalasi Militer Israel di Libanon Selatan

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan keprihatinan mendalam terhadap eskalasi operasi militer Israel di Libensen selatan. Menurut laporan Pasukan Penjaga Perdamaian PBB (UNIFIL), aktivitas militer meningkat signifikan sejak akhir pekan lalu hingga Senin (8/9), meliputi operasi darat, serangan udara, dan pelanggaran wilayah udara. UNIFIL juga mencatat peluncuran proyektil oleh Hizbullah untuk pertama kalinya sejak akhir Juni lalu. Guterres menyoroti dampak serangan terhadap tenaga kesehatan dan pembatasan akses bantuan kemanusiaan, khususnya di Kegubernur Nabatieh.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN OCHA) melaporkan serangan paling mematikan terjadi di Munisipalitas Kfar Roummane, Nabatieh, yang menewaskan delapan orang termasuk seorang anak dan dua perempuan, serta melukai 11 orang. Rumah Sakit Ghandour di Nabatieh al-Fawqa hancur total pada Minggu (6/9), sekaligus dengan kerusakan pada kantor pemerintahan. Sekitar 20.000 warga pengungsi dari Distrik Nabatieh kebanyakan tinggal di rumah kerabat bukan di tempat penampungan massal, menyulitkan distribusi bantuan.

PBB mendesak semua pihak menghormati hukum humaniter internasional, dengan prioritas perlindungan warga sipil, infrastruktur sipil, dan tenaga medis, serta jaminan akses kemanusiaan yang aman bagi warga terdampak konflik.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait