Bukan Debu Biasa, Ini Bahayanya Abu Vulkanik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Geologi Kementerian ESDM menjelaskan bahwa abu vulkanik bukan sekadar debu biasa, melainkan mengandung material tajam seperti kaca vulkanik, kristal, dan pecahan batuan yang dapat mengganggu pernapasan, mata, dan kulit. Paparan langsung dapat menyebabkan iritasi saluran napas hingga masalah kesehatan jangka panjang. Sebarannya dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat sekitar gunung api yang erupsi.
Badan Geologi mengimbau masyarakat untuk melakukan mitigasi diri, antara lain menggunakan masker N95 atau medis, menutup ventilasi dan celah rumah, melindungi mata dengan kacamata, membersihkan abu secara rutin, dan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat konsentrasi abu tinggi.
Sementara itu, status aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level III (Siaga). Badan Geologi memerintahkan masyarakat agar tidak mendekati radius 3 km dari pusat aktivitas gunung tersebut. Warga di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung juga diimbau untuk tetap tenang dan tidak mempercayai isu tsunami palsu akibat erupsi, serta mengikuti arahan BPBD setempat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 13.19
3 Kabupaten Paling Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ini Daftarnya
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 21.10
FOTO: Jakarta Semprot Jalan Mitigasi Abu Vulkanik Anak Krakatau
Detik.com · 6 September 2026 pukul 12.31
Sejumlah Warga Pandeglang Sesak Napas Akibat Abu Erupsi Anak Krakatau
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 11.49
Abu Vulkanik Anak Krakatau Mulai Menyelimuti Jakarta, Ini Bahayanya bagi Kesehatan
Berita terkait
Waka Komisi IX DPR Minta Harga Masker Tak Naik Berlipat Imbas Abu Vulkanik
Detik.com · 7 September 2026 pukul 11.33
IDAI beri rekomendasi pencegahan dampak abu vulkanik pada anak
ANTARA News · 7 September 2026 pukul 09.43
Abu Vulkanik Anak Krakatau, Sekolah di Depok Terapkan PJJ Selama 2 Hari, ASN Gak WFH
JPNN.com · 7 September 2026 pukul 09.30
Lampung Berlakukan PJJ 2 Hari Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau
Liputan6.com · 7 September 2026 pukul 06.51