Jakarta · Sabtu, 29 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Serangan Gaza, Penahanan Jenazah Palestina, dan Konflik Permukiman Tepi Barat

Serangan udara Israel di Gaza menewaskan lima orang, termasuk tiga anggota keluarga di Al-Qarara, sehari setelah serangan langka di Tepi Barat. Serangan ini terjadi meski ada gencatan senjata yang ditengahi AS sejak Oktober 2023. Sejumlah pihak mengutip risiko eskalasi: pejabat AS Nickolay Mladenov memperingatkan bahwa kegagalan gencatan senjata akan menciptakan 'titik tanpa jalan kembali', sementara Dewan Perdamaian AS yang dipimpin Donald Trump memperingatkan Hamas agar tidak menerbangkan layang-layang dari Jalur Gaza.

Di sisi lain, isu permukiman Israel di Tepi Barat tetap menimbang. Anggota DPR AS Gregory Meeks mendesak Trump menghentikan rencana pembangunan lebih dari 1.200 unit perumahan di wilayah E1. Netanyahu justru berjanji membangun lebih banyak permukiman, dengan klaim bahwa 104 komunitas telah dibangun dan dilegalisasi. Meeks menegaskan hukum internasional menyatakan permukiman ini ilegal dan berisiko memecah belah Tepi Barat.

Isu jenazah juga menjadi sorotan. Israel dikabarkan menahan sekitar 1.700 jenazah warga Palestina sejak 1967, dengan 799 orang telah diidentifikasi. Insiden terbaru meliputi penghancuran tugu peringatan di Madama oleh anggota parlemen Israel Zvi Sukkot, dan penyerahan jenazah remaja 15 tahun yang ditahan sejak November 2025.

Menurut tiap media