Studi Terbaru Mengenai Fenomena Planet Venus dan Merkurius
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Peneliti Universitas California, Riverside, menggunakan simulasi komputer untuk menyelidiki ketiadaan bulan di Venus. Hasilnya menunjukkan gravitasi Venus kemungkinan besar menarik bulan hipotetisnya masuk ke dalam planet. Satelit hanya bisa bertahan jika Venus berotasi sangat cepat (hari < 12 jam) dengan massa bulan kecil, kondisi yang dianggap tidak sesuai sejarah awal Venus. Bukti fisik kini diharapkan ditemukan melalui misi DAVINCI NASA di atmosfer Venus.
Sementara itu, studi terbaru mengungkap planet Merkurius menyusut lebih banyak dari perkiraan akibat pendinginan inti besi. Proses ini memicu keretakan dan lipatan kerak berupa lobate scarps yang masih berlanjut hingga periode geologis baru. Terdapat perbedaan data mengenai jumlah penyusutan; satu sumber menyebut radius berkurang beberapa kilometer lebih banyak dari model sebelumnya, sementara sumber lain berdasarkan data misi MESSENGER menyebut penyusutan jari-jari mencapai 11,6 kilometer, atau 10% hingga 30% lebih besar dari estimasi terdahulu yang berkisar 1 hingga 7 kilometer.
Untuk mendalami struktur internal Merkurius, misi BepiColombo akan menempatkan dua pesawat pengorbit pada November mendatang guna memberikan data topografi komprehensif, terutama di belahan selatan.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Media Indonesia
Misteri Antariksa: Apakah Venus Memakan Bulannya Sendiri?
10 September 2026 pukul 10.00 · Baca aslinya ↗
Studi Baru Ungkap Planet Merkurius Menyusut Lebih Banyak dari Perkiraan
11 September 2026 pukul 12.00 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Planet Terdekat dari Matahari Menyusut Jauh Lebih Besar dari Dugaan
11 September 2026 pukul 12.45 · Baca aslinya ↗