Studi Baru Ungkap Planet Merkurius Menyusut Lebih Banyak dari Perkiraan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Studi riset terbaru mengungkapkan bahwa planet Merkurius sedang menyusut lebih banyak dari perkiraan ilmuwan sebelumnya. Proses penyusutan ini disebabkan oleh pendinginan perlahan pada inti besi Merkurius selama miliaran tahun, yang menyebabkan berkurangnya volume dan memicu keretakan serta lipatan pada lapisan kerak planet. Pengamatan relief permukaan menunjukkan keberadaan lobate scarps, yaitu struktur tebing bertangga tinggi yang terbentuk ketika kerak saling bertumpukan akibat tekanan penyusutan volume. Berdasarkan pemetaan topografi resolusi tinggi dari data wahana antariksa, para peneliti memperkirirkan radius Merkurius telah berkurang beberapa kilometer lebih banyak dibanding model simulasi sebelumnya, menandakan tingkat pengerutan termal yang lebih intensif. Penelitian ini juga mengindikasikan bahwa proses penyusutan tidak hanya terjadi di masa awal tata surya, tetapi masih berlanjut hingga periode geologis relatif baru, sebagaimana dibuktikan oleh retakan-retakan kecil yang memotong kawah muda. Temuan ini penting untuk memahami evolusi termal planet-planet batu di tata surya kita dan sistem eksoplanet.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 11 September 2026 pukul 12.45
Planet Terdekat dari Matahari Menyusut Jauh Lebih Besar dari Dugaan
Berita terkait
Misteri Antariksa: Apakah Venus Memakan Bulannya Sendiri?
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 10.00
Debu Kosmik Berusia Miliaran Tahun Ungkap Jejak Awal Terbentuknya Matahari
Media Indonesia · 7 September 2026 pukul 14.17
2 Dekade Penurunan Status Pluto: Apakah Keputusan IAU Tahun 2006 Sebuah Kesalahan?
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 11.30
Ledakan Sinyal Misterius di Alam Semesta Jadi Kunci Buka Misteri Kosmik
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 13.03