Taliban Undang Investasi AS, Potensi Mineral Rp17,732 T dan Warna Perang 20 Tahun
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Menteri Luar Negeri Taliban Amir Khan Muttaqi mengundang Amerika Serikat (AS) untuk menginvestasikan sektor pertambangan, infrastruktur, dan pertanian di Afghanistan. Dalam wawancara dengan Financial Times, ia menyatakan potensi mineral senilai US$1 triliun (setara Rp17.732 triliun), didasarkan pada penilaian USGS tahun 2009. Muttaqi menekankan bahwa hubungan AS-Afghanistan harus dilihat dari perspektif kerja sama masa depan, bukan konflik dua dekade terakhir. Sejak kembali kekuasaan pada 2021, Taliban telah menandatangani kontrak pertambangan senilai lebih dari US$7 miliar, sebagian besar dengan perusahaan dari China, Iran, dan negara lain yang bersedia bekerja sama.
Afghanistan diketahui kaya akan sumber daya mineral seperti tembaga, litium, kobalt, logam tanah jarang, nikel, bijih besi, kromit, emas, niobium, dan batu permata. Namun, lima tahun di bawah pemerintahan Taliban, Afghanistan tetap menjadi salah satu negara termiskin di dunia dengan sepertiga penduduknya mengalami kelaparan akut dan pembatasan hak-hak perempuan. Para pakar PBB memperingatkan agar tidak ada normalisasi hubungan dengan Taliban tanpa peningkatan nyata dalam hak asasi manusia. AS belum mengambil langkah konkret untuk memperketat hubungan, meskipun Muttaqi mendorong pembukaan kembali kedutaan besar AS di Kabul.
Perang Afghanistan berlangsung 20 tahun sejak 2001, dimulai untuk menghancurkan al-Qaeda dan Taliban pasca serangan 11 September. Amerika menghabiskan triliunan dolar dan 24.000 nyawa untuk mengalahkan kekuatan yang tidak sepadan. Pada 30 Agustus 2021, Taliban menguasai Kabul dramatis, mengakhiri perang terpanjang AS. Perjanjian 2020 antara Trump dan Taliban mengakui tidak ada kemenangan militer. Afghanistan kembali menjadi 'kuburan kekaisoran' bagi Amerika.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Taliban Dekati AS, Ada Potensi Kesepakatan Mineral Rp 17.732 T
1 September 2026 pukul 13.02 · Baca aslinya ↗
Rayuan Taliban Agar AS Kucurkan Investasi Pertambangan
1 September 2026 pukul 21.40 · Baca aslinya ↗
SINDOnews
6 Fakta Perang Terpanjang yang Berakhir dengan Kekalahan AS di Afghanistan
2 September 2026 pukul 03.30 · Baca aslinya ↗