Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Taliban Dekati AS, Ada Potensi Kesepakatan Mineral Rp 17.732 T

Taliban Afghanistan mengundang perusahaan AS untuk investasi di sektor pertambangan, infrastruktur, dan pertanian. Menteri Luar Negeri Taliban, Amir Khan Muttaqi, menyatakan potensi kesepakatan mineral senilai US$1 triliun (Rp17.732 triliun) dalam wawancara dengan Financial Times. Investasi diharapkan berbasis kerja sama masa depan, bukan mengingat masa lalu perang 20 tahun. Afghanistan memiliki sumber daya mineral seperti tembaga, bijih besi, litium, logam tanah jarang, kobalt, kromit, emas, niobium, dan batu permata. Namun, sejak 2021, Taliban baru menandatangani kontrak pertambangan senilai lebih dari US$7 miliar, sebagian besar melibatkan perusahaan China dan Iran. PBB menekankan bahwa normalisasi otoritas Taliban tidak boleh terjadi tanpa kemajuan hak asasi manusia, khususnya bagi perempuan dan anak perempuan. AS belum mengambil langkah menuju hubungan resmi dengan Taliban.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait