Taliban Dekati AS, Ada Potensi Kesepakatan Mineral Rp 17.732 T
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Taliban Afghanistan mengundang perusahaan AS untuk investasi di sektor pertambangan, infrastruktur, dan pertanian. Menteri Luar Negeri Taliban, Amir Khan Muttaqi, menyatakan potensi kesepakatan mineral senilai US$1 triliun (Rp17.732 triliun) dalam wawancara dengan Financial Times. Investasi diharapkan berbasis kerja sama masa depan, bukan mengingat masa lalu perang 20 tahun. Afghanistan memiliki sumber daya mineral seperti tembaga, bijih besi, litium, logam tanah jarang, kobalt, kromit, emas, niobium, dan batu permata. Namun, sejak 2021, Taliban baru menandatangani kontrak pertambangan senilai lebih dari US$7 miliar, sebagian besar melibatkan perusahaan China dan Iran. PBB menekankan bahwa normalisasi otoritas Taliban tidak boleh terjadi tanpa kemajuan hak asasi manusia, khususnya bagi perempuan dan anak perempuan. AS belum mengambil langkah menuju hubungan resmi dengan Taliban.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 30 Agustus 2026 pukul 14.00
Taliban Ingin Normalisasi Hubungan dengan AS, Dahulukan Hubungan Praktis
Berita terkait
Maduro Ditangkap, Venezuela Teken Kerja Sama Minyak dengan AS, Nilainya Lebih dari US$100 Miliar untuk 17 Ladang Minyak
Warta Ekonomi · 30 Agustus 2026 pukul 11.30
AS Kendalikan Cadangan Minyak Venezuela 65 Miliar Barel Senilai Rp1.775 Triliun
SINDOnews · 30 Agustus 2026 pukul 08.15
Bukan Sekadar Minyak Mentah: Venezuela Obral 916 Blok Migas demi Gaet Investor Raksasa AS
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 15.41
Lima Tahun yang Dunia Pilih Bungkam
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 05.05