Ketegangan AS-Iran Meningkat Setelah Negosiasi Diplomatik Buntu
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat setelah Presiden Donald Trump menolak usulan gencatan senjata tujuh hari dan pembukaan Selat Hormuz yang diajukan Iran melalui mediator Qatar. Usulan tersebut mencakup penghentian permusuhan, pencabutan sanksi, blokade pelabuhan, serta pencairan aset sebesar USD 12 miliar. Trump menilai tuntutan tersebut tidak dapat diterima dan mengancam akan mengambil tindakan militer, sementara Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengusir delegasi Iran sebagai teguran diplomatik.
Di pihak Iran, Presiden Masoud Pezeshkian menyatakan tidak ada rencana negosiasi baru karena kekecewaan terhadap proses sebelumnya. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional, Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, menuding Trump tidak mampu mengambil keputusan dan mengklaim serangan AS-Israel pada 28 Februari melanggar hukum internasional. Sebagai respons atas ancaman AS, perempuan Iran mengikuti pelatihan militer dasar dalam kampanye "Pengorbanan untuk Iran" yang mencakup penggunaan senjata api, drone, dan rudal anti-tank.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Trump Ingin Nego Lagi tapi Iran Tak Sudi
28 September 2026 pukul 20.33 · Baca aslinya ↗
Trump Ancam Ledakkan Iran Usai Negosiasi Buntu
1 Oktober 2026 pukul 16.41 · Baca aslinya ↗
SINDOnews
Perempuan-perempuan Iran Angkat Senjata setelah Negara Mereka Diancam Dilenyapkan AS
29 September 2026 pukul 07.08 · Baca aslinya ↗
Kepala Dewan Keamanan Rezaei: Iran Sudah Kirim Syarat-syaratnya, Trump Tak Bisa Ambil Keputusan
30 September 2026 pukul 13.31 · Baca aslinya ↗