Jakarta · Senin, 5 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Tegangnya Hubungan AS-Iran: Kebangkitan Militer dan Upaya Diplomasi

Presiden AS Donald Trump menyatakan perang dengan Iran bisa berakhir segera setelah pemilu, tetapi bingung soal lawan negosiasi di Teheran. Ia menekankan mencegah program nuklir Iran sebagai prioritas. Pemerintah AS mengerahkan 9.000-10.000 personel tambahan, termasuk tiga kapak induk dan F-35, ke dekat Iran. Konsolidasi ini menambah jumlah total kekuatan AS di Kawasan Timur Tengah menjadi sekitar 59.000-60.000 orang. Pentagon menyatakan tidak akan menarik aset meski kesepakatan tercapai. Diplomat tinggi Iran, Abbas Araghchi, menolak solusi militer, menyoroti kegagalan operasi militer AS dan Israel untuk menghentikan konflik sejak Februari. Upaya diplomasi yang gagal pada Juni terhenti setelah serangan Iran terhadap kapal di Selat Hormuz. Iran menekankan negosiasi berbasis keadilan, sementara AS menerapkan blokade pelabuhan dan menyerang kapal yang melanggar. Pemerintah Iran mengundurkan Menteri Energi, Mohsen Paknejad, diganti Hamid Bovard.

Menurut tiap media