Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Urgensi Percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat untuk Produktivitas Nasional

Percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan industri kelapa sawit nasional. Prof Budi Mulyanto dari Pusat Studi Sawit IPB University menyatakan bahwa sekitar 50 persen lahan kelapa sawit di Indonesia dikelola petani rakyat, dengan sebagian besar tanaman berusia di atas 25 tahun dan mengalami penurunan produktivitas. Kondisi ini berdampak pada ketersediaan bahan baku bagi industri hilirisasi, sehingga perlu percepatan peremajaan.

Salah satu sumber media melaporkan bahwa Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) telah menjalankan program PSR dengan baik, menyediakan pendanaan yang prudent, dan siap mendukung transformasi digital industri sawit melalui AI dan IoT untuk UMKM. Sementara itu, sumber lain menekankan perlunya kebijakan afirmatif terkait legalitas lahan dan kemudahan administratif bagi petani, seperti yang disarankan oleh Prof Budi. Kedua sumber sepakat bahwa tanpa peremajaan, produksi akan terus menurun dan program hilirisasi tidak dapat berjalan optimal. Isu legalitas lahan menjadi tantangan utama yang perlu diselesaikan agar percepatan program dapat berjalan optimal.

Menurut tiap media