Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Mendorong Percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat

Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) perlu dipercepat untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan industri kelapa sawit nasional. Menurut Prof Budi Mulyanto dari Pusat Studi Sawit IPB University, sekitar 50 persen lahan kelapa sawit di Indonesia dikelola oleh petani rakyat, dengan sebagian besar tanaman sudah berusia di atas 25 tahun dan mengalami penurunan produktivitas. Kondisi ini berdampak pada ketersediaan bahan baku bagi industri hilirisasi, sehingga perlu dukungan kebijakan afirmatif terkait legalitas lahan dan kemudahan administratif bagi petani.

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dinilai sudah baik dalam pelaksanaan Program PSR, dengan pendanaan yang prudent dan bertanggung jawab. Djono Albar Burhan dari DPP APKASINDO menyampaikan bahwa Program PSR memberikan manfaat positif bagi petani dalam meningkatkan produktivitas melalui penggunaan bibit bersertifikat dan tata kelola perkebunan yang lebih baik. Namun, masih ada isu legalitas lahan yang perlu diselesaikan agar percepatan program dapat berjalan optimal.

BPDP juga menyatakan kesiapannya untuk mempertemukan pelaku UMKM sektor perkebunan dengan calon mitra usaha, sekaligus mendukung transformasi digital industri sawit melalui pemanfaatan AI dan IoT. Upaya ini bertujuan agar inovasi dan teknologi tidak hanya dinikmati oleh industri besar, tetapi juga dapat mendukung pengembangan industri sawit yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait