Usulan Penghentian Kontrak MBG via SPPG dan Kritik Terhadap Keracunan
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Mantan Menteri Koordinator Mahfud MD mengusulkan pemerintah menghentikan kontrak pengelolaan Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan mengalihkan anggaran ke tingkat desa melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) serta dapur sekolah. Mahfud menilai sistem SPPG berisiko tinggi terhadap keracunan karena satu dapur harus menyediakan makan untuk 2.000 anak tiap hari. Pengelolaan berbasis desa dianggap lebih mudah diawasi dan dapat mengurangi risiko keracunan makanan. Sementara itu, pakar keamanan dan ketahanan pangan Eko Hari Purnomo menegaskan bahwa kasus keracunan pada menu MBG tidak boleh diabaikan hanya karena persentasenya kecil. Ia menjelaskan bahwa keamanan pangan harus dipastikan mutlak karena pangan yang tidak aman tidak layak disebut pangan. Setiap kasus keracunan harus ditindaklanjuti serius agar kepercayaan publik terhadap program ini tetap terjaga.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Warta Ekonomi
Usul MBG via SPPG Diputus Kontrak, Mahfud MD: Daripada Setiap Hari Rugi Rp1 Triliun, Keracunan Juga Banyak
12 September 2026 pukul 01.40 · Baca aslinya ↗
SINDOnews
Kasus Keracunan MBG Jangan Dilihat dari Kecilnya Persentase
13 September 2026 pukul 23.23 · Baca aslinya ↗