Wakil Presiden Filipina Sara Duterte Ditangkap Terkait Ancaman Pembunuhan
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Pengadilan Filipina mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Wakil Presiden Sara Duterte terkait tiga dakwaan ancaman serius. Menurut VOI, dakwaan muncul setelah pernyataan Duterte pada November 2024 di mana ia mengancam akan menyuruh pembunuhan terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr., Ibu Negara Liza Araneta-Marcos, dan mantan Ketua DPR Martin Romualdez. Detik.com melaporkan Duterte didakwa atas komentar yang dianggap mengancam, di mana ia mengaku telah menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh Marcos, istri, dan sepupunya yang merupakan anggota kongres. Duterte kemudian menyatakan pernyataannya disalahartikan.
VOI melaporkan Pengadilan Negeri Quezon City menetapkan jaminan sebesar 120.000 peso (sekitar Rp33,7 juta) untuk setiap poin dakwaan, sementara Detik.com menyatakan Duterte membayar uang jaminan sebesar 360.000 peso (sekitar Rp 101 juta) di Pengadilan Manila. Perbedaan ini mencerminkan perbedaan lokasi pengadilan dan jumlah total jaminan yang dilaporkan oleh kedua media.
Duterte, yang berusia 48 tahun dan menjabat sebagai Wakil Presiden sejak 2022, menghadapi proses hukum ini sambil juga menjalani pemakzulan di parlemen. Pengacaranya, Paul Lawrence Lim, menyatakan kliennya akan menghadapi proses hukum secara kooperatif. Istana Kepresideni menyatakan menghormati penuh semua keputusan dan proses hukum yang sedang berlangsung.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
VOI
Pengadilan Filipina Terbitkan Surat Perintah Penangkapan Wakil Presiden Sara Duterte
4 September 2026 pukul 21.00 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Bayar Uang Jaminan, Wapres Filipina Tak Ditahan Usai Perintah Penangkapan
5 September 2026 pukul 16.46 · Baca aslinya ↗