Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Wall Street Anjlok, Yield AS dan Kelemahan Penjualan Walmart Ditekan

Wall Street mengalami penurunan kuat pada hari Jumat, 20 Agustus 2026, dipicu oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang menekan minat investor terhadap aset berisiko. Dow Jones turun 703,84 poin menjadi 52.759,21, S&P 500 melemah 66,82 poin menjadi 7.641,16, dan Nasdaq turun 263,92 poin menjadi 26.067,17. Yield obligasi 10 tahun mencapai 4,697%, dekat level tertinggi, meskipun Departemen Keuangan AS mencoba meredam tekanan melalui buyback obligasi yang hanya memberikan efek sementara. Kenaikan harga bensin di atas USD 87 memperburuk kekhawatiran terhadap ketahanan konsumen AS.

Tekanan pasar obligasi menyebar ke sektor saham, khususnya pada perusahaan ritel seperti Walmart yang melaporkan pertumbuhan penjualan terlemah dalam enam tahun terakhir. Saham Walmart turun 9,2%, menarik turun indeks terkaitnya. Namun, belanja diskresioner kelompok berpendapatan menengah-bawah justru melesat pada Juli 2026, menurut data Bank of America, menjaga sebagian optimisme pasar. Inflasi yang terkendala juga mendukung sentimen ini.

Di sisi lain, saham cryptocurrency seperti Coinbase naik lebih dari 7% setelah dukungan Presiden Trump terhadap regulasi crypto. Namun, saham teknologi seperti Nvidia dan SpaceX tertekan karena ketergantungan pada utang untuk ekspansi AI. Secara keseluruhan, 156 saham NYSE mencatat level tertinggi baru, sementara 132 saham lainnya mencatat level terendah baru, mencerminkan ketidakpastian pasar yang mendominasi sesi perdagangan ini.

Menurut tiap media