Wall Street Melemah, Tertekan Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indeks saham utama Wall Street menutup turun pada Jumat (20/8) akibat kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang menekan minat investor terhadap aset berisiko. Dow Jones turun 703,84 poin menjadi 52.759,21, S&P 500 melemah 66,82 poin menjadi 7.641,16, dan Nasdaq turun 263,92 poin menjadi 26.067,17. Penurunan S&P 500 sekitar 2% di bawah rekor, Nasdaq lebih dari 3% di bawah rekor Juni 2024. Walmart menjadi sumber tekanan dengan saham turun 9,2% setelah pelaporan penjualan toko di bawah ekspektasi. Kenaikan harga bensin di atas USD 87 memperburuk kekhawatiran terhadap ketahanan konsumen AS. Saham cryptocurrency seperti Coinbase naik lebih dari 7% setelah dukungan Presiden Trump terhadap regulasi crypto. Secara keseluruhan, 156 saham NYSE mencatat level tertinggi baru, 132 saham level terendah baru.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 14.55
Wall Street Ambruk, JurusMenkeu AS Redam Utang Gagal Total?
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 14.55
Wall Street Ambruk, Jurus Menkeu AS Redam Utang Gagal Total?
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 07.45
Tekanan Obligasi Mereda, Pasar Global Menguat di Tengah Utang AS 40 Triliun Dolar
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 22.14
Krisis Timur Tengah, Biaya Utang Negara Maju Tembus Level Tertinggi sejak Krisis 2008
Berita terkait
Wall Street Bervariasi, Nasdaq Naik 0,24 Persen di Tengah Data Inflasi
kumparan · 1 Oktober 2026 pukul 06.16
Wall Street Melemah Dibayangi Suku Bunga-Imbal Hasil Obligasi Pemerintah AS
kumparan · 30 September 2026 pukul 06.10
Rupiah Berhasil Menguat, Dolar AS Parkir di Level Rp17.960
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 15.03
BI: Pelemahan rupiah dipengaruhi kekhawatiran tekanan inflasi global
ANTARA News · 29 September 2026 pukul 11.36