Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kushner Mediasi Perdamaian Gaza: Hamas Setuju, Israel Tolak Rencana Trump

Jared Kushner, menantu dan utusan khusus Presiden AS Donald Trump, melakukan rangkaian pertemuan diplomatik di Kairo pada 16 Agustus 2026, bertemu dengan pemimpin Hamas Khalil al-Hayya, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, dan kepala intelijen Mesir Hassan Rashad. Kedatangan Kushner, yang didampingi Nickolay Mladenov perwakilan Dewan Perdamaian Trump untuk Gaza, bertujuan memajukan rencana perdamaian 15 hingga 20 poin yang diumumkan Trump bulan Juli 2026. Rencana tersebut mencakup gencatan senjata, pelucutan senjata Hamas, penarikan pasukan Israel, dan rekonstruksi Gaza di bawah pemerintahan sipil Palestina baru. Hamas menyatakan komitmen dan kesiapan menyerahkan senjata ke komite teknis, namun menuntut Israel menghentikan serangan dan menarik pasukan terlebih dahulu. Sebaliknya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak rencana tersebut dan menegaskan pasukan tidak akan ditarik sebelum Hamas melucuti senjata sepenuhnya. Kebuntuan ini diperparah oleh perbedaan urutan pelaksanaan: Hamas menginginkan komitmen Israel dulu, Israel menuntut pelucutan senjata dulu.

Delapan negara Muslim—Indonesia, Arab Saudi, Mesir, Yordania, Pakistan, Turki, Qatar, dan Uni Emirat Arab—mengeluarkan pernyataan bersama mengutuk penolakan Israel, menyebutnya merusak implementasi rencana dan upaya perdamaian adil serta abadi, serta menuding Israel bertanggung jawab atas penghambatan perdamaian. Pernyataan tersebut merujuk Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803. Kushner memperkirakan kemajuan pelucutan senjata tercapai dalam 30 hari dan penutupan terowongan dalam 60–90 hari, dengan syarat AS tidak akan mengizinkan rekonstruksi sebelum demiliterisasi selesai. AS juga menunjuk jenderal untuk mengawasi proses tersebut. Kunjungan Kushner ke Israel dijadwalkan 17 Agustus 2026 untuk bernegosiasi langsung dengan Netanyahu, yang dinilai dipengaruhi kampanye pemilu Israel Oktober 2026.

Menurut tiap media