Langkah Langka AS, Jared Kushner Temui Petinggi Hamas di Mesir
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Jared Kushner, penasihat sekaligus menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengadakan pertemuan langka dengan para pemimpin senior Hamas di Mesir pada Minggu (16/8). Pertemuan langsung ini dilakukan guna memajukan rencana damai pemerintahan Trump terkait masa depan Jalur Gaza, termasuk pelucutan senjata Hamas. Langkah diplomatik ini tergolong tidak biasa karena AS selama ini menetapkan Hamas sebagai organisasi teroris.
Delegasi Hamas yang dipimpin oleh Khalil al-Hayya menyatakan komitmen mereka terhadap kerangka perdamaian yang didukung AS tersebut. Namun, proses perundingan sempat terhenti menyusul penolakan dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terhadap rancangan kesepakatan damai. Hamas juga menuding pihak militer Israel terus membombardir wilayah Gaza dan merusak proses gencatan senjata yang telah disepakati.
Selain menemui perwakilan Hamas dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi di Kairo, Kushner dijadwalkan langsung bertolak menuju Israel. Kunjungan lanjutan ini ditujukan untuk bernegosiasi dengan Netanyahu demi mengatasi kebuntuan diplomasi serta merealisasikan rencana perdamaian 20 poin di wilayah Palestina tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 11.00
Utusan Trump Perkirakan Perlucutan Senjata Hamas Bisa Segera Dimulai
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 09.15
Hamas Sambut Baik Seruan Presiden Trump untuk Mengakhiri Serangan Terhadap Gaza
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 09.13
Hamas Bertemu Menantu Trump Bahas Rencana Gaza yang Ditolak Israel
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 14.42
Keji! Drone Israel Hantam Kafe di Gaza, 6 Orang Tewas Termasuk Bocah
Berita terkait
Israel Bunuh Komandan Senior Hamas, Perang Gaza Membara Lagi
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 16.15
Menantu Trump Jared Kushner Lobi Israel untuk Rencana Perdamaian Gaza
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 12.28
Qatar Serukan Dunia Tekan Israel yang Ogah Setop Serangan di Gaza
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 15.07
Mengapa Israel Tidak Senang dengan Kesepakatan Perlucutan Senjata Hamas?
SINDOnews · 3 Agustus 2026 pukul 03.30