Xi kunjungi AS, Huawei proyeksikan dominasi agen AI global pada 2035
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Presiden Xi Jinping dijadwalkan mengunjungi Amerika Serikat pada 23-25 September 2026 untuk bertemu Presiden Donald Trump. Kunjungan ini bertujuan membangun hubungan konstruktif dan stabilitas strategis, melanjutkan kesepakatan stabilitas ekonomi dan perdagangan dari kunjungan Trump ke Beijing pada Mei 2026. Fokus pertemuan mencakup isu bilateral, perdamaian dunia, dan pengelolaan risiko teknologi kecerdasan buatan (AI). Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng telah sepakat membentuk mekanisme pembahasan AI untuk mengelola ancaman siber dan senjata biologis. Terkait mineral strategis, China berkomitmen menjaga rantai pasok global namun tetap memberlakukan pembatasan ekspor logam tanah jarang untuk keperluan militer Jepang.
Huawei memperkirakan agen kecerdasan buatan (AI) akan menyumbang lebih dari 90% trafik token AI global pada 2036, menurut laporan bertajuk 'Intelligent World 2035: Turning Vision into Action'. Lonjakan ini didorong oleh agen AI yang semakin otonom, mampu mengamati lingkungan, melakukan penalaran, mengambil keputusan, dan memanggil perangkat eksternal secara mandiri. Laporan ini muncul di tengah kekhawatiran di Amerika Serikat terkait risiko sistem AI yang sulit dikendalikan, sementara China justru mendorong percepatan adopsi AI dengan membangun standar teknis yang sesuai. Huawei menekankan pentingnya keamanan dan perlindungan privasi sebagai bagian dari 10 teknologi pendukung pengembangan AI.
Huawei memproyeksikan ada sekitar 900 miliar agen AI aktif secara global pada 2035, jauh melebihi populasi manusia. Untuk mewujudkan artificial general intelligence (AGI), Huawei juga menekankan penerapan AI ke dunia fisik. Huawei telah mulai menerapkan AI dalam sistem keamanan sibernya, seperti peluncuran platform operasi keamanan otonom pada April yang mendeteksi dan merespons ancaman. Perusahaan juga mengusulkan AI firewall untuk melindungi sistem AI perusahaan. Ketua Dewan Pengawas Huawei, Guo Ping, menyatakan bahwa AI merupakan peluang terbesar bagi perusahaan dan Huawei ingin infrastruktur komputasinya menjadi alternatif Nvidia di China.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
ANTARA News
Kunjungan Xi disebut ingin membangun hubungan konstruktif dengan AS
22 September 2026 pukul 05.19 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
Amerika Serikat Siaga Petaka Besar, China Langsung Gaspol
22 September 2026 pukul 19.00 · Baca aslinya ↗