Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Amerika Serikat Siaga Petaka Besar, China Langsung Gaspol

Huawei memperkirakan agen kecerdasan buatan (AI) akan menyumbang lebih dari 90% trafik token AI global pada 2035, menurut laporan bertajuk 'Intelligent World 2035: Turning Vision into Action'. Lonjakan ini didorong oleh agen AI yang semakin otonom, mampu mengamati lingkungan, melakukan penalaran, mengambil keputusan, dan memanggil perangkat eksternal secara mandiri. Laporan ini muncul di tengah kekhawatiran di Amerika Serikat terkait risiko sistem AI yang sulit dikendalikan, sementara China justru mendorong percepatan adopsi AI dengan membangun standar teknis yang sesuai.

Huawei menekankan pentingnya keamanan dan perlindungan privasi sebagai bagian dari 10 teknologi pendukung pengembangan AI. Perusahaan memproyeksikan ada sekitar 900 miliar agen AI aktif secara global pada 2035, jauh melebihi populasi manusia. Untuk mewujudkan artificial general intelligence (AGI), Huawei juga menekankan penerapan AI ke dunia fisik.

Di sisi lain, Huawei telah mulai menerapkan AI dalam sistem keamanan sibernya, seperti peluncuran platform operasi keamanan otonom pada April yang mendeteksi dan merespons ancaman. Perusahaan juga mengusulkan AI firewall untuk melindungi sistem AI perusahaan. Ketua Dewan Pengawas Huawei, Guo Ping, menyatakan bahwa AI merupakan peluang terbesar bagi perusahaan dan Huawei ingin infrastruktur komputasinya menjadi alternatif Nvidia di China.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait