2 Masalah Ini Bikin Abu Vulkanik Bahaya Untuk Pesawat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bandara Soekarno-Hatta mencabut penerbangan akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Menurut pakar vulkanologi ITB Dr Eng Ir Mirzam Abdurrachman, abu vulkanik berbahaya bagi pesawat karena dua masalah utama. Pertama, abu vulkanik mengandung silika (SiO2) dengan tingkat kekerasan 7, mirip pasir kuarsa. Saat mesin jet berkecepatan 500 km/jam menghisap abu ini, partikel keras dapat masuk ke dalam mesin dan meningkatkan temperatur, berisiko merusak komponen mesin. Kedua, abu vulkanik bersifat asam. Jika masuk ke mesin jet, sifat asamnya dapat menyebabkan korosi pada bagian mesin pesawat. Mirzam menjelaskan bahwa abu vulkanik berbeda dengan abu biasa karena komposisinya yang khas, termasuk kekerasan tinggi dan sifat asam yang merusak.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 7 September 2026 pukul 07.45
Bandara Soetta Bersihkan Area Airside dari Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 07.26
Bogor, Depok, Tangerang, dan Tangsel Juga Berlakukan PJJ Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
JPNN.com · 7 September 2026 pukul 01.23
Ketinggian Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mencapai 50 Ribu Kaki
kumparan · 6 September 2026 pukul 23.53
Dokter Paru Ungkap Dampak Hirup Abu Vulkanik: Saluran Napas Bisa Iritasi
Berita terkait
Bandara Soetta-Lampung Masih Ditutup hingga Jam 9 Pagi
Detik.com · 7 September 2026 pukul 07.09
Menhub Tutup 8 Bandara, Begini Nasib 170 Ribu Penumpang Jalur Udara
JawaPos · 6 September 2026 pukul 22.15
8 Bandara Ditutup hingga Tengah Malam, Ini Penjelasan Menhub
Detik.com · 6 September 2026 pukul 21.05
Polres Metro Bekasi Kota Bagikan Masker, Antisipasi Abu Vulkanik Anak Krakatau
kumparan · 6 September 2026 pukul 20.21