Abu Vulkanik G. Anak Krakatau Mengandung Silika Seperti Serpihan Kaca yang Tajam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang erupsi pada 5 September 2026 menyebar ke Jawa Barat, Banten, hingga Jabodetabek. Abu berbeda debu biasa karena mengandung silika berukuran <2mm, berbentuk serpihan kaca tajam, dan dikelilingi asam sulfat serta logam berat. Paparan langsung dapat memicu ISPA, batuk kering, sesak napas, iritasi mata, dan dalam jangka panjang menyebabkan silikosis. Masyarakat harus menutup jendela, pakai masker N95/KN95, kacamata pelindung, pakaian tertutup, dan bilas abu dengan air. Jika terpapar mata atau hidung, bilas dengan air, jangan gosok. Kendaraan bersihkan dengan air, hindari lapisan kering yang dapat menycaci.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 11.44
Langit Lampung Gelap Akibat Abu Anak Krakatau, Warga Mulai Sesak Napas
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 11.44
8 Cara Melindungi Diri dari Bahaya Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 10.48
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Sampai Jabodetabek, Ini Bahayanya bagi Kesehatan!
Detik.com · 6 September 2026 pukul 10.44
Waspada Paparan Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ini Cara Melindungi Diri
Berita terkait
Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Jakarta, Warga Diminta Jangan Panik
kumparan · 6 September 2026 pukul 11.07
Abu Krakatau Sudah Sampai Jakarta, Pramono Minta Warga Terapkan 5M
CNBC Indonesia · 6 September 2026 pukul 12.41
Imbas Erupsi Anak Krakatau, Lift dan Eskalator Halte Transjakarta Dimatikan
kumparan · 6 September 2026 pukul 12.40
Antisipasi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Kemenkes Siapkan Nebulizer di Puskesmas
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 12.36