Ada 'Telor Ceplok' di Kawah Gunung Anak Krakatau, Apa Artinya?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Fenomena genangan berwarna kuning seperti telor ceplok muncul di kawah Gunung Anak Krakatau (GAK) setelah erupsi besar pada 3 September 2026 mereda. Genangan tersebut terbentuk ketika air kawah bercampur dengan gas belerang dan material dari lapisan dinding kawah. Kepala Pos Pantau GAK, Suwarno, menjelaskan fenomena ini wajar dan tidak terjadi di semua gunung api, melainkan karena kondisi khusus air dan belerang di lokasi tersebut.
Erupsi sebelumnya menyebarkan abu vulkanik ke wilayah Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Jakarta, dan Jawa Barat. Meski aktivitas mereda, GAK masih berada pada Level III (Siaga) dengan perekat gempa masih tercatat. Pada Jumat 18 September, tercatat gempa frekuensi rendah dengan amplitudo 12 mm dan durasi 5 detik, serta gempa tektonik jauh dengan amplitudo 8 mm dan durasi 72 detik.
Masyarakat diimbau tidak mendekati kawasan GAK dalam radius 3 kilometer karena status gunung masih siaga. Suwarno menegaskan genangan berwarna tersebut tidak berbahaya secara langsung namun menunjukkan aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 17 September 2026 pukul 17.46
PVMBG benarkan pertumbuhan Gunung Anak Krakatau cepat namun aman
Berita terkait
Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi, Status Tetap Siaga-Jauhi Lokasi Ini
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 12.07
Ateng Sutisna Desak Pemerintah Perkuat Mitigasi Erupsi Anak Krakatau
Detik.com · 7 September 2026 pukul 18.49
Aktivitas Anak Krakatau Masih Tinggi, Erupsi Bisa Terjadi Sewaktu-waktu
Detik.com · 7 September 2026 pukul 17.09
Erupsi Menerus 25 Jam Berakhir, Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 12.30