PVMBG benarkan pertumbuhan Gunung Anak Krakatau cepat namun aman
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) membenarkan bahwa pertumbuhan fisik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda berlangsung cepat, namun masih dianggap aman. Kepala PVMBG Rita Susilawati menjelaskan bahwa aktivitas vulkanik saat ini telah kembali ke pola erupsi strombolian dengan durasi singkat, dan bahkan setelah erupsi awal September 2026, tidak tercatat letusan pada tanggal 14 dan 15 September. Pertumbuhan cepat gunung api muda ini dikarenakan kombinasi faktor tektonik regional, sistem magma yang terbuka, magma berviskositas rendah, dan frekuensi erupsi tinggi. Perubahan arah subduksi lempeng tektonik dari Sumatera ke Selat Sunda membuka jalur magma yang tidak terhalang, sehingga magma bersuhu tinggi dan cair dengan cepat menumpuk membentuk morfologi gunung.
Rita menegaskan bahwa meskipun potensi erupsi masih ada, bahaya keruntuhan longsor atau tsunami belum perlu dikhawatirkan. Saat ini, tubuh Gunung Anak Krakatau masih berketinggian sekitar 150 meter dengan lereng yang landai, sehingga jika terjadi runtuhan, dampak tsunami tidak akan signifikan. PVMBG terus melakukan pemantauan 24 jam untuk mengantisipasi dinamika aktivitas vulkanik di wilayah perairan Lampung dan Banten.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 17 September 2026 pukul 18.59
Pencarian 5 Jurnalis dan ABK di Selat Sunda Resmi Dihentikan
SINDOnews · 17 September 2026 pukul 11.08
Hari ke-10 Pencarian Jurnalis dan Kru Kapal, 24 Kapal Dikerahkan Sisir Selat Sunda
kumparan · 17 September 2026 pukul 10.30
Menunggu di Ujung Pencarian: Doa Keluarga untuk 8 Korban Hilang di Selat Sunda
kumparan · 16 September 2026 pukul 20.49
Hari ke-10 Jadi Penentuan Kelanjutan Pencarian Rombongan Wartawan
Berita terkait
Gunung Anak Krakatau Erupsi 20 Kali pada 17 Agustus 2026, PVMBG: Status Siaga
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 17.31
Cerita Anak ABK Ikut Cari 8 Orang yang Hilang di Gunung Anak Krakatau
Detik.com · 12 September 2026 pukul 11.46
Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi Selama 17 Detik
JawaPos · 10 September 2026 pukul 13.00
ANTARA Perkuat Koordinasi Cari 5 Jurnalis yang Hilang Kontak Saat Liput Erupsi
kumparan · 9 September 2026 pukul 11.04