Jakarta · Selasa, 6 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Agen AI Mulai Mengancam Keamanan Siber di Era Otomasi

Penggunaan kecerdasan buatan (AI) di lingkungan kerja kini semakin kompleks, di mana karyawan tidak hanya mengirimkan prompt dasar, tetapi juga memanfaatkan agen AI dan coding agent untuk menyelesaikan pekerjaan penting. Agen AI ini meminjam kewenangan pengguna untuk mengakses sistem, memanggil perangkat lunak, hingga memanipulasi data perusahaan. Fenomena ini menimbulkan tantangan keamanan baru, karena agen AI dapat bertindak atas nama pengguna tanpa pengawasan langsung.

Menurut laporan F5's 2026 State of Application Strategy, 66 persen organisasi telah mengizinkan AI untuk menyesuaikan kebijakan dan konfigurasi secara otomatis. Kunal Anand, Chief Product Officer F5, menekankan pentingnya Workforce AI Security yang menerapkan intent-based guardrails untuk memahami konteks interaksi AI dan mencegah tindakan berisiko. Tim IT kini harus tidak hanya memantau data yang dibagikan, tetapi juga membatasi aksi nyata yang dapat dilakukan agen AI.

Untuk menjawab risiko ini, F5 meluncurkan F5 Workforce AI Security, solusi agentless yang menyediakan visibilitas dan kontrol penuh atas aktivitas workforce AI. Solusi ini bekerja di jalur lalu lintas data (inline/inference path) dan mendukung F5 AI Security Platform yang diperluas dengan AI Gateway pada Agustus 2026. Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat menerapkan standar keamanan yang konsisten tanpa mengubah infrastruktur yang ada.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait