Indonesia Bisa Jadi Incaran Seluruh Dunia, Ini Peringatan Interpol
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Interpol menyatakan AI memperkuat penipuan dan kejahatan digital dengan membuat aksi kejahatan lebih cepat dan berskala besar. Penipu dapat memanfaatkan AI untuk menargetkan banyak korban, menerjemahkan bahasa, dan membuat identitas digital yang sulit dibedakan. Indonesia menjadi incaran global karena kemampuan AI memperluas jangkauan kejahatan siber. Bjorn R. Watne, Global Chief Information Security Officer Interpol, menekankan bahwa AI bukan revolusi tapi evolusi teknik kejahatan yang sudah ada. Ia meminta perusahaan untuk mengidentifikasi aset paling penting (crown jewels) dan menyesuaikan pertahanan siber dengan informasi ancaman. Masalah utama adalah strategi keamanan belum terhubung dengan manajemen senior, sekaligus banyak perusahaan belum menyadari hampir semua adalah perusahaan teknologi. Ancaman lain adalah agentic AI yang dapat mengambil tindakan fisik, dengan risiko cedera manusia jika terjadi kesalahan. Pengguna cenderung terlalu percaya pada teknologi seperti mobil otonom tanpa wawasan risiko yang cukup.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 4 Oktober 2026 pukul 14.32
Peringatan Interpol: AI Tingkatkan Skala dan Kecepatan Kejahatan Siber
JawaPos · 5 Oktober 2026 pukul 20.30
Google Hentikan Sementara Program Bug Bounty Open Source Karena Lonjakan Laporan AI
JawaPos · 5 Oktober 2026 pukul 14.45
Apple Perketat Akses Full Disk Access di macOS, Waspadai Risiko Agen AI
ANTARA News · 4 Oktober 2026 pukul 17.27
5 data pribadi yang jangan dibagikan di medsos
Berita terkait
Waspada! Penipu Pasang Gambar AI dan Kontak Palsu di Google Maps
Detik.com · 27 September 2026 pukul 14.15
Waspada Penipuan AI: Modus Kloning Suara
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 13.49
Maling Makin Canggih, Waspada 3 Modus Penipuan Terbaru Kuras Rekening
CNBC Indonesia · 2 Agustus 2026 pukul 13.30
Bos ChatGPT Bilang Tak Masalah AI Timbulkan Korban Manusia, Wajar Saja
CNBC Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 07.50