Bulan Terus Menjauhi Bumi, Manusia Mulai Rasakan Dampaknya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bulan terus menjauhi Bumi dengan kecepatan 3,8 cm per tahun, seperti yang diukur menggunakan eksperimen Lunar Laser Ranging dengan reflektor yang ditinggalkan misi Apollo pada tahun 1960-an. Jarak saat ini sekitar 384.400 km dan terus bertambah. Fenomena ini berdampak pada gerhana matahari total di masa depan. Karena Bulan menjauh, ukuran tampaknya di langit menyusut, sehingga gerhana matahari total akan menjadi lebih jarang dan akhirnya tidak terlihat lagi. Menurut ilmuwan NASA Richard Vondrak, sekitar 600 juta tahun lagi, Bumi akan menyaksikan gerhana matahari total untuk terakhir kalinya. Saat ini, ukuran tampak Matahari dan Bulan hampir sama, yang memungkinkan gerhana total terjadi. Namun, seiring waktu, frekuensi dan jumlah gerhana tersebut akan berkurang. Secara fisik, Matahari 400 kali lebih besar dari Bumi dan jaraknya 400 kali lebih jauh dari Bumi ke Bulan. Perubahan ukuran tampak Bulan juga terlihat dari sejarahnya: 4 miliar tahun lalu, ukurannya tampak jauh lebih besar dari sekarang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 07.35
Roket SpaceX Seberat 4 Ton Tabrak Bulan, Ahli Ungkap Dampaknya
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 10.15
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Segera Terjadi, Siang Jadi Malam
ANTARA News · 6 Agustus 2026 pukul 07.22
Bagaimana gerhana Matahari total terjadi? Ini penjelasan ilmiahnya
Berita terkait
Fakta-Fakta Bulan Kian Menjauhi Bumi, Dampaknya Dirasakan Manusia
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 10.30
Bulan Terus Menjauhi Bumi, Dampaknya Mulai Terasa
CNBC Indonesia · 8 Agustus 2026 pukul 08.15
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, Bisakah Dilihat di Indonesia?
CNN Indonesia · 1 Agustus 2026 pukul 15.40
Di Mana dan Kapan Gerhana Matahari Total 12 Agustus Bisa Disaksikan?
CNN Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 17.56