AI Makin Marak di Indonesia, Tapi 83% Perusahaan Masih Terganjal Silo Data
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Investasi AI di Indonesia meningkat, namun 83% perusahaan kesulitan mengatasi silo data sebagai hambatan utama. Data terkotak-kotak di berbagai sistem membuat AI tidak mendapatkan informasi terbaru dan konsisten. Menurut Data Streaming Report Confluent (Juli 2026), 82% pemimpin TI Indonesia menghadapi tiga tantangan skala AI, termasuk keterbatasan keterampilan AI (80%), infrastruktur tidak memadai (79%), dan masalah kualitas data (77%). Enam dari 10 organisasi menghadapi minimal lima tantangan data bersamaan. Greg Taylor, SVP Confluent APAC, menyatakan masalah data lama sekarang berdampak signifikan pada rekomendasi AI. Tiga fokus utama: bangun fondasi data real-time, kelola data saat bergerak, dan tingkatkan kualitas data sejak sumber. Perusahaan yang data alir terus-menerus lebih siap AI berbasis kondisi bisnis real-time.
Bagikan
Berita terkait
Data Perusahaan Makin Berharga di Era AI, Bisa Jadi Sumber Cuan Baru
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 19.05
Era Baru Operator Seluler, Bisnis Bergeser dari Telco ke TechCo
Detik.com · 21 September 2026 pukul 19.30
Bukan Sekadar Tambah Storage, AI Memaksa Perusahaan Benahi Infrastruktur Data
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 19.49
Transaksi Digital Capai 5,5 Miliar, Perbankan Diminta Siap Hadapi Serangan Siber
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 19.07