Transaksi Digital Capai 5,5 Miliar, Perbankan Diminta Siap Hadapi Serangan Siber
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Volume transaksi pembayaran digital di Indonesia mencapai 5,5 miliar transaksi pada Juli 2026, naik 28,69% secara tahunan, menurut Bank Indonesia. Pertumbuhan ini mendorong kebutuhan akan infrastruktur data yang andal dan sistem keamanan siber yang kuat, terutama di sektor perbankan yang semakin terdigitalisasi.
Ming Sunadi, Country Managing Director Hitachi Vantara Indonesia, menekankan bahwa seiring AI semakin digunakan, ancaman siber seperti ransomware juga semakin canggih. Hacker kini memanfaatkan AI untuk menyerang sistem perbankan, termasuk data cadangan. Oleh karena itu, perusahaan perlu tidak hanya fokus pada pencegahan, tetapi juga memastikan kemampuan pemulihan data yang cepat setelah serangan terjadi.
Pemerintah juga sedang menyiapkan regulasasi AI nasional melalui Rancangan Peraturan Presiden tentang Roadmap AI 2026–2029 dan AI Ethics. Sementara itu, pihak dari Hitachi Vantara menyarankan agar penerapan AI dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan aspek kepatuhan, keamanan, dan regulasi yang berlaku.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 21.10
Amerika dan China Makin Panas Jelang Trump Ketemu Xi Jinping
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 08.45
RUU KKS: Negara Kuat karena Hak Konstitusional Warga Terlindungi
JawaPos · 8 September 2026 pukul 16.30
Trojan Perbankan Seluler Makin Mengganas, Kaspersky Temukan 162 Ribu Paket Berbahaya
Berita terkait
Bukan Sekadar Tambah Storage, AI Memaksa Perusahaan Benahi Infrastruktur Data
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 19.49
Awas! Hacker SilverFox Incar Perusahaan di RI Pakai AI Claude Palsu
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 10.15
Adopsi AI Bikin Serangan Bot di Transaksi Digital Melonjak
Detik.com · 27 Juli 2026 pukul 14.16
AI Makin Banyak Dipakai, 41% Perusahaan Global Tambah Investasi Keamanan Siber
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 14.41