Jakarta · Rabu, 9 September 2026Cari
WargaKonoha

Bukan Sekadar Tambah Storage, AI Memaksa Perusahaan Benahi Infrastruktur Data

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan meningkatnya volume data mendorong perusahaan di Indonesia untuk memperkuat infrastruktur teknologi, khususnya sistem penyimpanan data. Menurut Ming Sunadi, Country Managing Director Hitachi Vantara Indonesia, kebutuhkan infrastruktur yang mampu menangani beban kerja AI, analitik real-time, dan sistem transaksi yang harus tersedia sepanjang waktu semakin penting seiring berkembangnya ekonomi digital. Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 5,50 miliar transaksi pada Juli 2026, tumbuh 28,69 persen secara tahunan, yang didukung oleh sistem pembayaran yang aman dan infrastruktur yang stabil.

Pemerintah juga sedang memfinalisasi rancangan Peraturan Presiden tentang Roadmap AI Nasional 2026–2029 dan AI Ethics, menunjukkan komitmen dalam pengembangan AI yang bertanggung jawab. Di tengah tantangan ini, Hitachi Vantara meluncurkan Virtual Storage Platform One (VSP One) Block High End di Indonesia. Platform penyimpanan berbasis all-flash NVMe ini dirancang untuk menangani database perusahaan, sistem pemrosesan transaksi, analitik real-time, dan beban kerja AI, dengan kapasitas hingga 50 juta operasi input dan output per detik (IOPS).

VSP One Block High End dilengkapi dengan akselerasi kompresi berbasis hardware, adaptive data reduction, immutable snapshots, dan pemulihan otomatis. Platform ini juga terintegrasi dengan Ransomware Detection yang didukung CyberSense, menggunakan AI untuk mendeteksi anomali dan membantu pemulihan data. Dengan perlindungan bersertifikasi FIPS 140-3 Level 2, platform ini dirancang untuk mendukung operasional berkelanjutan pada beban kerja mission-critical. Hitachi Vantara juga menawarkan VSP 360 untuk mengelola infrastruktur secara terpusat dan otomatisasi dengan bantuan AI.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait