Jakarta · Minggu, 13 September 2026Cari
WargaKonoha

Akademisi Tekankan Perkembangan AI Harus Menjunjung Martabat Manusia

Rektor Unika Atma Jaya Prof. Dr. dr. Yuda Turana menekankan bahwa pengembangan kecerdasan buatan (AI) harus selalu menempatkan martabat manusia sebagai prioritas utama. Menurutnya, kemajuan teknologi harus mendukung kemampuan manusia untuk berpikir kritis dan mengambil keputusan bijaksana, bukan justru membuat manusia semakin bergantung. "Dampak teknologi harus kembali kepada satu pusat: martabat manusia," katanya. AI seharusnya membuat kita lebih mampu, sementara media harus membuat masyarakat lebih tercerahkan, bukan lebih mudah dimanipulasi.

Wakil Rektor Bidang Inovasi Unika Atma Jaya Prof. Rosdiana Sijabat menjelaskan bahwa AI kini telah berkembang dari sekadar alat bantu menjadi bagian integral dari logika sosial yang memengaruhi cara manusia bekerja dan berinteraksi dengan informasi. Perubahan ini melalui proses datafikasi, kurasi algoritmik, produksi generatif, dan adaptasi institusi terhadap logika platform. AI tidak hanya memproses informasi, tetapi juga dapat membentuk preferensi dan memengaruhi pilihan pengguna.

Rosdiana membedakan antara mediasi dan mediatisasi dalam penggunaan AI. Mediasi berarti AI membantu kita bekerja, sementara mediatisasi berarti kita mulai bekerja menurut logika yang ditetapkan AI. Hal ini menunjukkan perlunya regulasi yang jelas agar penggunaan AI tetap menguntungkan kemanusiaan secara keseluruhan.

Berita terkait