Dorong Negara Berkembang Jadi Pemain Utama Dalam Riset AI Global
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) berisiko memperlebar kesenjangan antarnegara, terutama bag bagi negara berkembang yang hanya menjadi pengguna pasif. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Stella Christie menekankan pentingnya transformasi negara berkembang dari konsumen menjadi arsitek aktif dalam riset dan tata kelola AI global. Pernyataannya disampaikan dalam kuliah umum bertajuk "Intelligence: Natural and Artificial" pada Bali Harmony Dialogue, bagian dari Bali Harmony Encounter Week 2026 di Bali.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 21.40
AI Bikin Kesenjangan Teknologi Makin Lebar, Negara Berkembang Diminta Tak Cuma Jadi Konsumen
Berita terkait
Era AI Ubah Industri Musik, Jagger Band: Proses Kreatif Musisi Tetap Tak Tergantikan
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 21.14
Ancaman di Balik Satelit Swasta dan AI: Pengawasan Bumi Makin Canggih, Privasi Terancam?
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 12.30
PBB: Kecerdasan buatan dapat jadi ancaman bagi umat manusia
ANTARA News · 8 September 2026 pukul 09.44
Tri Hita Karana Universal Reflection Ceremony Serukan Kedamaian di Tengah Era AI
JPNN.com · 7 September 2026 pukul 18.36