Ambisi Korsel, Mendarat di Bulan 2030 Hingga Bikin Komputer Kuantum
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Korea Selatan mengumumkan inisiatif ambisius bernama Seven Major SEED untuk mengamankan sumber pertumbuhan ekonomi baru di luar semikonduktor dan AI. Diumumkan dalam pertemuan di Blue House yang dipimpin Presiden Lee Jae Myung, program ini mencakup target pendaratan di Bulan pada 2030, pengembangan komputer kuantum 100-qubit pada 2029, serta komersialisasi reaktor modular kecil (SMR) pada 2035. Langkah ini diambil di tengah tantangan populasi usia produktif yang menyusut dan persaingan global dalam teknologi masa depan.
Sektor lainnya mencakup energi fusi, energi terbarukan seperti sel surya ultra-tinggi dan hidrogen, bioteknologi tingkat lanjut termasuk chip otak pada 2035, serta rantai pasok mineral kritis. Pemerintah berinvestasi 10 triliun won (sekitar Rp125,9 triliun) untuk teknologi material dan peralatan hingga 2030, dan membentuk tim khusus reformasi regulasi untuk mempercepat komersialisasi.
Lee menekankan bahwa keputusan saat ini akan menentukan apakah Korea Selatan menjadi pemimpin yang menikmati peluang atau sekadar pengikut yang tertinggal, dengan visi membangun negara yang tangguh dalam 10 hingga 20 tahun ke depan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 16.39
Dukung Eksplorasi dan Industri Energi, Elnusa Perkuat Kapabilitas Geoscience Berbasis Teknologi
JawaPos · 14 Agustus 2026 pukul 04.40
Smart City Bukan Hanya Soal Teknologi, Kemendagri Ingin Sampah Diubah Jadi Energi
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 14.30
Amerika-China Minggir Dulu, Negara Ini Bersiap Jadi Nomor Satu
Berita terkait
AI Bikin 5.500 Kamera Seoul Makin Canggih, Cari Orang Hilang Cuma 8 Menit
JawaPos · 1 Oktober 2026 pukul 12.15
Airlangga Sebut Kebutuhan Energi RI Capai 800 TWh pada 2030, Data Center Jadi Perhatian
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 18.30
Daftar Negara dengan Adopsi Penggunaan AI Terbesar, Ada Indonesia?
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 14.00
Astemo Bawa Teknologi Suspensi Baru, Diklaim Serap Energi 23% Lebih Baik
Warta Ekonomi · 26 September 2026 pukul 10.13