Smart City Bukan Hanya Soal Teknologi, Kemendagri Ingin Sampah Diubah Jadi Energi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan bahwa pembangunan smart city tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga harus melibatkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal, menyatakan bahwa pengelolaan sampah merupakan salah satu tantangan utama dalam pembangunan perkotaan. Oleh karena itu, Kemendagri mendorong integrasi antara Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) di sisi hulu dengan teknologi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di sisi hilir.
Menurut Safrizal, smart city sejatinya bukan hanya tentang digitalisasi, melainkan bagaimana teknologi dan inovasi dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Penanganan sampah harus dilakukan secara terpadu dari hulu ke hilir. Di sisi hulu, gerakan ASRI bertujuan untuk mengubah perilaku masyarakat agar lebih bertanggung jawab dalam pengelolaan sampah. Di sisi hilir, sampah yang tidak dapat didaur ulang lagi akan diolah menggunakan teknologi seperti PSEL, sehingga volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat berkurang.
Safrizal menekankan bahwa PSEL akan menjadi bagian dari ekosistem terpadu pengolahan sampah, namun bukan sebagai pengganti sistem pengelolaan sampah yang sudah ada. Keberhasilan implementasi PSEL sangat bergantung pada kesiapan pemerintah daerah, termasuk dari segi kelembangan, kebijakan, lahan, infrastruktur, dan pasokan sampah yang sesuai dengan kebutuhan teknologi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 01.20
Kemendagri Dorong Sampah Diolah Jadi Energi, Integrasikan ASRI dan PSEL
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 16.39
Dukung Eksplorasi dan Industri Energi, Elnusa Perkuat Kapabilitas Geoscience Berbasis Teknologi
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 19.59
Kemendagri Dorong Integrasi ASRI & PSEL untuk Mewujudkan Kota Cerdas Berkelanjutan
CNN Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 16.05
Ambisi Korsel, Mendarat di Bulan 2030 Hingga Bikin Komputer Kuantum
Berita terkait
Airlangga Sebut Kebutuhan Energi RI Capai 800 TWh pada 2030, Data Center Jadi Perhatian
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 18.30
Astemo Bawa Teknologi Suspensi Baru, Diklaim Serap Energi 23% Lebih Baik
Warta Ekonomi · 26 September 2026 pukul 10.13
RI Benar Bisa Ubah Batu Bara Jadi Bensin, Ini Pendorongnya
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 09.00
Ubah Batu Bara Jadi Bensin Butuh Investasi Besar, Ini Alasannya
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 15.30