Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Smart City Bukan Hanya Soal Teknologi, Kemendagri Ingin Sampah Diubah Jadi Energi

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan bahwa pembangunan smart city tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga harus melibatkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal, menyatakan bahwa pengelolaan sampah merupakan salah satu tantangan utama dalam pembangunan perkotaan. Oleh karena itu, Kemendagri mendorong integrasi antara Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) di sisi hulu dengan teknologi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di sisi hilir.

Menurut Safrizal, smart city sejatinya bukan hanya tentang digitalisasi, melainkan bagaimana teknologi dan inovasi dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Penanganan sampah harus dilakukan secara terpadu dari hulu ke hilir. Di sisi hulu, gerakan ASRI bertujuan untuk mengubah perilaku masyarakat agar lebih bertanggung jawab dalam pengelolaan sampah. Di sisi hilir, sampah yang tidak dapat didaur ulang lagi akan diolah menggunakan teknologi seperti PSEL, sehingga volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat berkurang.

Safrizal menekankan bahwa PSEL akan menjadi bagian dari ekosistem terpadu pengolahan sampah, namun bukan sebagai pengganti sistem pengelolaan sampah yang sudah ada. Keberhasilan implementasi PSEL sangat bergantung pada kesiapan pemerintah daerah, termasuk dari segi kelembangan, kebijakan, lahan, infrastruktur, dan pasokan sampah yang sesuai dengan kebutuhan teknologi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait