Ancaman Kebangkrutan Air, Ada 4 Miliar Orang Hadapi Krisis Air
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

UNDRR menyoroti fenomena water bankruptcy atau kebangkrutan air, yakni kondisi dimana penggunaan air melebihi kemampuan alam untuk memulihkannya. Laporan menyebut 75% penduduk dunia berada di negara yang mengalami ketidakamanan air, 3 miliar orang menghadapi penyimpanan air tidak stabil, dan 4 miliar orang mengalami kelangkaan air parah setiap tahun. Water bankruptcy dibandingkan dengan keuangan: air yang dapat diperbarui sebagai pendapatan, sementara akuifer, gletser, lahan basah, dan reservoir sebagai tabungan. Pengambilan berlebihan dari tabungan menyebabkan kerusakan ekosistem dan penurunan cadangan air tanah, permukaan tanah, hilangnya danau, serta degradasi lahan. Fenomena diperparah oleh pengambilan air tanah berlebihan, alokasi berlebih, deforestasi, pencemaran, dan pemanasan global. UNDRR menekankan perlunya perubahan mendasar dalam pengelolaan sumber daya air agar tekanan terhadap sistem air tidak semakin parah.
Bagikan
Berita terkait
Menguji kelayakan investasi pesisir
ANTARA News · 5 Oktober 2026 pukul 15.01
Leonardo DiCaprio Soroti Nasib Orangutan Imbas Karhutla di Kalimantan-Sumatera
kumparan · 4 Oktober 2026 pukul 14.56
Pelajaran Kedaulatan Pangan dari Masyarakat Baduy
Detik.com · 4 Oktober 2026 pukul 09.53
RI Butuh Rp8.450 T untuk Turunkan Emisi, BPDLH Ungkap Sumber Dananya
CNBC Indonesia · 3 Oktober 2026 pukul 11.45