Menguji kelayakan investasi pesisir
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penurunan muka tanah dan kenaikan muka air laut semakin menekan pesisir Indonesia, menimbulkan pertanyaan tentang kelayakan investasi perlindungan pesisir. Penilaian harus dimulai dari apakah proyek mampu menjaga nilai ekonomi wilayah dalam jangka panjang, bukan hanya seberapa besar tanggul yang harus dibangun. Kawasan pantai utara Jawa, yang menyumbang 27% dari PDB nasional, menghadapi penurunan muka tanah hingga 20 cm per tahun, meningkatkan risiko banjir rob. Jakarta dapat mengalami kerugian hingga 186 juta dolar AS per tahun akibat banjir dan kerusakan infrastruktur. Jika biaya pemeliharaan dan perubahan kondisi fisik tidak dihitung sejak awal, investasi yang terlihat murah dapat menjadi mahal selama umur aset jalan, pelabuhan, kawasan industri, dan utilitas yang berumur puluhan tahun.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 4 Oktober 2026 pukul 06.30
Pemerintah RI Tawarkan 76 Proyek KPBU Rp1,13 Triliun, Ini Daftarnya
CNBC Indonesia · 3 Oktober 2026 pukul 15.45
Geger Harta Karun Senilai Rp1.000 T Ditemukan Terkubur di Bawah Tanah
Berita terkait
RI Butuh Rp8.450 T untuk Turunkan Emisi, BPDLH Ungkap Sumber Dananya
CNBC Indonesia · 3 Oktober 2026 pukul 11.45
Investasi AI Terus Diguyur, Data Center Harus Cetak Pendapatan Rp94.000 Triliun Supaya Gak Tekor
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 20.40
Bos Danantara Temui Menkeu Suahasil, Ini yang Dibahas
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 20.33
Komisi D DPRD Harap Dana Cadangan DKI untuk Penanganan Banjir dan Perumahan
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 18.44