Anwar Ibrahim Buka-Bukaan Korban Gibran, Rp 881 Miliar Melayang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengungkapkan bahwa dana pensiun negara, Retirement Fund Inc (KWAP), menjadi korban kasus penipuan terencana oleh startup agritech Indonesia, eFishery. KWAP mengalami kerugian hampir RM 200 juta atau sekitar Rp 881 miliar akibat manipulasi laporan keuangan yang dilakukan manajemen eFishery. Anwar menegaskan bahwa konsorsium investor internasional, termasuk KWAP, telah melakukan uji tuntas dan verifikasi laporan keuangan oleh auditor bersertifikat sebelum melakukan investasi, namun tetap menjadi korban penipuan yang telah direncanakan sebelumnya.
Pada 2023, eFishery berhasil mengamankan pendanaan Seri D senilai US$ 200 juta, di mana KWAP berkontribusi US$ 47,7 juta. Kasus ini berujung pada vonis pengadilan pada April lalu, di mana mantan CEO eFishery Gibran Huzaifah dijatuhi hukuman 9 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar oleh Pengadilan Negeri Bandung atas manipulasi laporan keuangan dan pencucian uang. Dua rekannya, Angga Hadrian Raditya dan Andri Yadi, juga turut tersangka. Kecurangan ini pertama kali terbongkar melalui laporan whistleblower dan investigasi FTI Consulting yang mengindikasikan pemalsuan pendapatan hampir US$ 600 juta.
Bagikan
Berita terkait
Malaysia Jadi Korban Gibran, Uang Rp865 Miliar Hilang Seketika
CNBC Indonesia · 13 September 2026 pukul 11.15
Malaysia Kena Tipu Gibran Nyaris Rp 900 M, Ini Kata PM Anwar Ibrahim
CNBC Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 15.22
Malaysia Jadi Korban Gibran Rp 881 M, Ini Pernyataan PM Anwar Ibrahim
CNBC Indonesia · 1 Agustus 2026 pukul 12.15
Anwar Ibrahim Buka-bukaan Korban Gibran, Rp 880 Miliar Lenyap Seketika
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 11.30