Malaysia Kena Tipu Gibran Nyaris Rp 900 M, Ini Kata PM Anwar Ibrahim
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dana pensiun Malaysia (KWAP) menjadi korban dugaan penipuan eFishery yang didirikan Gibran Huzaifah. KWAP menginvestasikan RM 200 juta (Rp 876 miliar) pada Juli 2023. PM Anwar Ibrahim menyampaikan temuan ini kepada parlemen setelah prosedur penilaian dan audit internasional memverifikasi laporan keuangan yang bermasalah.
Audit eksternal eFishery menemukan diskrepansi besar. Laporan keuangan internal mencatat pendapatan Rp 2,6 triliun (Januari-September 2024), sementara laporan eksternal mencatat Rp 12,3 triliun. Pertumbuhan pendapatan juga mencapai Rp 10,8 triliun pada 2023. Selain itu, manipulasi pencatatan profit sebesar Rp 261 miliar padahal sebenarnya terdapat kerugian Rp 578 miliar.
Gibran juga diketahui mengendalikan 5 perusahaan atas nama orang lain untuk menggenjot angka keuangan. Klaim jumlah feeder lebih dari 400 ribu justru hanya 24 ribu. KWAP telah memulai tindakan hukum, upaya pemulihan dana, dan tinjauan tata kelola investasi untuk mencegah kasus serupa di masa depan.
Bagikan
Berita terkait
Anwar Ibrahim Buka-bukaan Korban Gibran, Rp 880 Miliar Lenyap Seketika
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 11.30
Anwar Ibrahim Buka-Bukaan Korban Gibran, Rp 881 Miliar Melayang
CNBC Indonesia · 27 Juli 2026 pukul 12.20
Perwira Polri Dilaporkan Investor Malaysia Terkait Dugaan Penipuan Investasi Tambang
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 15.23
Awalnya Dikenal sebagai Kota Hantu, Kini Forest City Berubah Jadi Pusat Scammer
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 16.34