Aplikasi Milik Meta Paling Rakus Data Pengguna, Google Nomor 2
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Riset Surfshark menemukan aplikasi milik Meta sebagai perusahaan yang paling banyak mengumpulkan data pengguna, dengan rata-rata mengumpulkan 25 dari 25 jenis data yang tersedia. Studi ini menganalisis 171 aplikasi dari lima perusahaan teknologi besar: Google, Microsoft, Apple, Amazon, dan Meta, berdasarkan informasi privasi di Apple App Store. Beberapa aplikasi Meta seperti Facebook, Messenger, dan Meta Ads Manager mengumpulkan data seperti ID perangkat, lokasi presisi, dan riwayat pencarian. Di peringkat kedua, Google rata-rata mengumpulkan 17 jenis data, dengan 29 aplikasinya masuk dalam 40 aplikasi teratas pengumpul data terbanyak. Google juga memiliki representasi terbesar dalam studi ini dengan 44 aplikasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 21.00
Australia Ketok Aturan yang Paksa Meta, Google, Dkk Bayar Perusahaan M
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 15.05
Australia Gebuk Google hingga Meta dengan Pungutan 2,75% Kalau Mau Ambil Konten Lokal
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 12.05
Dari GIIAS Sampai Bioskop London: Kacamata Pintar Meta Terancam Dilarang di Mana-mana
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 12.05
Meta AI Hadir di Mac, Bawa Fitur Asisten Desktop dan Risiko Privasi
Berita terkait
Whatsapp Perkenalkan Kendali Orang Tua Untuk Akun Anak, Ini Fungsinya
CNN Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 15.15
Waspada Anda Dipantau 24 Jam Penuh, Begini Cara Setop Dilacak Google
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 18.00
AI Meta Muse Dilaporkan Bocorkan Alamat Rumah YouTuber
Detik.com · 30 September 2026 pukul 09.45
Meta Rilis Kacamata Pintar Ray-Ban Tanpa Kamera, Baterai Tahan 12 Jam
Detik.com · 24 September 2026 pukul 20.15