Bagaimana Agen AI dan Ekstensi Browser Diam-Diam Bobol Data Perusahaan?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5486445/original/080264700_1769587107-ai-illustration-omar-lopez-rincon-unsplash.jpg)
Laporan keamanan Akamai berjudul 'The Enterprise AI Usage Risk Report 2026' mengungkap bahwa adopsi AI di perusahaan membuka celah keamanan siber baru. Praktik shadow AI, yaitu penggunaan aplikasi AI tanpa otorisasi tim IT, serta ekstensi browser berbahaya yang berjalan diam-diam menjadi ancaman utama bagi aset digital perusahaan.
Vice President Enterprise Security Akamai, Or Eshed, menjelaskan bahwa AI kini bukan sekadar alat bantu, melainkan 'rekan kerja' yang memiliki akses langsung ke data sensitif. Solusi pencegahan kebocoran data konvensional sudah tidak memadai karena data sensitif kini menyebar melalui jutaan prompt AI, akun pribadi yang tidak terkelola, dan agen AI otonom.
Para peneliti Akamai mengidentifikasi tiga metode serangan siber baru yang memanfaatkan celah AI dan browser. Akamai kemudian merumuskan lima pilar strategi bagi Chief Information Security Officer (CISO) untuk meredam risiko tanpa menghambat efisiensi ekonomi penggunaan AI di perusahaan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 21.04
Waspada! Mungkin Ada Siluman AI di Perusahaan Anda
CNBC Indonesia · 9 Agustus 2026 pukul 09.00
Ini Dia! Senjata Canggih China, AS Siap-Siap Gigit Jari
Berita terkait
OpenAI Ungkap 53 Gambar Pengguna Sempat Diunggah ke Situs Hosting Publik
JawaPos · 26 September 2026 pukul 19.30
Agen OpenAI Retas Situs Pemerintah Australia, Perdana Menteri Cemas
Detik.com · 24 September 2026 pukul 14.12
Risiko AI Meningkat, Bank Indonesia Perkuat Keamanan Sistem Keuangan Digital
JawaPos · 24 September 2026 pukul 13.45
Agen AI OpenAI Bobol Portal Data Kesehatan Pemerintah Australia
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 09.10