Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ini Dia! Senjata Canggih China, AS Siap-Siap Gigit Jari

Perusahaan keamanan siber China, 360 Security Technology, mengembangkan sistem kecerdasan buatan (AI) bernama Tulongfeng sebagai pesaing dari Mythos milik Anthropic AS. Sistem ini dirancang untuk mendeteksi kerentanan perangkat lunak secara otomatis. Mythos sendiri, yang diperkenalkan pada April 2026, juga digunakan untuk tujuan yang sama, namun pemerintah AS membatasi ekspornya karena alasan keamanan nasional. Dalam konferensi ISC.AI 2026 di Beijing, pendiri 360, Zhou Hongyi, menyatakan bahwa kemampuan seperti ini penting bagi China untuk menghindari ketergantungan satu arah terhadap AS.

360 mengklaim bahwa Tulongfeng telah menemukan 3.432 kerentanan perangkat lunak, termasuk 105 yang telah dikonfirmasi oleh otoritas China. Sistem ini dikembangkan menggunakan pendekatan berbasis agent, menggabungkan model AI dengan keahlian keamanan siber dan basis data kerentanan. Zhou menambahkan bahwa model AI domestik China masih memiliki kesenjangan kemampuan sekitar 20%-30% dibandingkan pesaing AS, namun pendekatannya lebih fokus pada stabilitas dan akurasi operasional.

Kendala utama yang dihadapi China adalah pembatasan ekspor chip canggih dari AS sejak 2022, yang mempengaruhi pengembangan model AI domestik. Meskipun demikian, 360 berhasil mengembangkan sistem yang menurut mereka setara dengan Mythos melalui integrasi agent-based approach. Sistem kedua dari 360, bernama Yitianzhen, dirancang untuk mengotomatisasi pertahanan dan respons terhadap insiden keamanan siber.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait