Bakti Komdigi Bantah Putus Internet Pelosok karena Efisiensi, Ini Faktanya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) membantah bahwa pemutusan akses internet di wilayah pelosok dilakukan karena efisiensi anggaran. Direktur Utama Bakti, Fadhilah Mathar, menegaskan bahwa penghentian layanan terjadi ketika operator seluler komersial sudah masuk dan menyediakan layanan bagi masyarakat, bukan karena kebijakan efisiensi. Langkah ini merupakan bagian dari strategi keluar yang dijalankan sejak 2024, di mana Bakti berperan sebagai perintis konektivitas di daerah yang belum terlayani secara komersial.
Bakti telah membangun infrastruktur telekomunikasi di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Melalui program Bakti Sinyal, pembangunan BTS 4G dan BTS USO mencapai 6.747 titik. Akses internet gratis tersedia di lebih dari 31.864 titik layanan publik di seluruh Indonesia. Bakti juga mengelola Palapa Ring sepanjang 12.148 kilometer dengan 131 titik Network Operation Center di 57 kabupaten/kota nonkomersial, serta didukung oleh Satelit Satria-1 berkapasitas 150 Gbps untuk fasilitas publik.
Keberhasilan program Universal Service Obligation diukur dari seberapa cepat masyarakat bisa mandiri dan layanan dapat dilanjutkan oleh industri komersial, bukan dari lamanya Bakti berada di suatu lokasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 20.06
BAKTI Ungkap Ada 2.000 Blankspot Internet di RI, di Mana Terbanyak?
ANTARA News · 12 Agustus 2026 pukul 18.03
BAKTI bersiasat untuk sediakan akses telekomunikasi di seluruh wilayah
Berita terkait
Komdigi: Pemerataan Internet Kini Mengandalkan Kombinasi Berbagai Teknologi, Bukan Hanya BTS
JawaPos · 5 Agustus 2026 pukul 02.31
Telkomsel Buka Suara Soal Putusan MK Terkait Kuota Internet
CNBC Indonesia · 25 Juli 2026 pukul 07.20
Indosat Percepat Pemulihan Layanan Usai Gempa di NTT
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 20.07
Indosat Pulihkan Layanan Telekomunikasi Terdampak Gempa NTT
Liputan6.com · 16 Agustus 2026 pukul 18.30