Bekal Hadapi El Nino, BRIN Siapkan Modifikasi Cuaca Hingga Desalinasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan sejumlah teknologi untuk menghadapi ancaman El Nino yang diproyeksikan berlangsung hingga awal 2027. Di antara teknologi yang dikembangkan adalah modifikasi cuaca menggunakan natrium klorida berukuran 2-5 mikron, teknologi flare, dan pemanfaatan drone untuk meningkatkan efektivitas operasi. BRIN juga mengembangkan sistem desalinasi air laut yang telah diterapkan di 40 wilayah pesisir guna meningkatkan ketahanan air nasional. Teknologi pengolahan air bernama Arsinum yang mengubah air banjir, air limbah, dan air payau menjadi air minum juga telah diuji coba di lokasi bencana dan disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto. Presiden juga meminta BRIN mengidentifikasi potensi sungai bawah tanah sebagai sumber air baku, termasuk pengembangan teknologi pemetaan aliran dan pengolahan air yang masih mengandung bakteri E. coli. BRIN akan membangun laboratorium hidup di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, serta melakukan kajian serupa di Lombok dan Gunungkidul.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 5 Agustus 2026 pukul 21.44
Pramono setuju modifikasi cuaca dilakukan dua kali sepekan
Berita terkait
Pakar Ungkap Alasan Bogor Masih Kerap Hujan di Tengah El Nino
CNN Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 16.15
Peneliti BRIN Warning El Nino Terkuat dan Terlama 2026, Ini Dampaknya
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 14.30
Prabowo Minta BRIN Cari Formula Modifikasi Cuaca, Drone Pengangkut Air Juga Disiapkan
VOI · 7 September 2026 pukul 16.05
Sumber Kehidupan IKN Terancam, BMKG Turun Tangan Lakukan Ini
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 15.10