Pramono setuju modifikasi cuaca dilakukan dua kali sepekan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyetujui operasi modifikasi cuaca (OMC) dilakukan satu hingga dua kali seminggu untuk menghadapi ancaman El Nino yang berpotensi memicu kemarau panjang. Menurutnya, puncak El Nino tahun ini diperkirakan lebih panjang dibandingkan 2023. Persetujuan ini didasarkan pada prakiraan hujan dari BPBD, BNPB, dan BMKG yang diperkirakan turun pada akhir September hingga Oktober. Namun, Pramono menyampaikan kekhawatiran terkait kemungkinan awan yang tersedia kurang cukup untuk operasi tersebut.
Untuk menghadapi El Nino, Pemprov DKI Jakarta fokus pada tiga hal: antisipasi kebakaran, kasus ISPA, dan penyediaan air bersih. Pramono memerintahkan setiap RW untuk menyiapkan APAR sejak awal karena prakiraan cuaca yang kering.
BMKG menyatakan bahwa El Nino telah mencapai kategori kuat dan masih berpotensi meningkat hingga sangat kuat. Wilayah di selatan garis khatulistiwa seperti Nusa Tenggara, Bali, Jawa, dan Sumatera selatan diperkirakan akan mengalami musim kemarau yang lebih kering dan panjang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 4 Agustus 2026 pukul 15.19
Waspada Kebakaran Saat Kemarau, Pramono Siapkan Modifikasi Cuaca
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 17.00
Bekal Hadapi El Nino, BRIN Siapkan Modifikasi Cuaca Hingga Desalinasi
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 06.30
Waspada Hujan Lebat Jumat Ini, Simak Daftar Wilayahnya
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 06.50
Waspada Hujan Lebat Kamis Ini, Simak Daftar Wilayahnya
Berita terkait
Pramono Anung Setuju Modifikasi Cuaca di Jakarta 1-2 Kali Seminggu
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 15.00
El Nino Diprediksi Bertahan hingga Awal 2027, BMKG Perluas Operasi Modifikasi Cuaca
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 07.51
Waspada, BMKG prediksi El Nino bertahan hingga kuartal I 2027
ANTARA News · 30 Juli 2026 pukul 15.34
Pemerintah intensifkan modifikasi cuaca, cegah karhutla dan kekeringan
ANTARA News · 30 Juli 2026 pukul 15.27