Jakarta · Kamis, 27 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bill Gates: Bos Teknologi Tahu Bahaya AI, tapi Sebagian Pilih Bungkam demi Uang

Miliarder dan co-founder Microsoft Bill Gates menyampaikan bahwa para petinggi teknologi sudah menyadari bahaya artificial intelligence (AI), namun sebagian dari mereka memilih untuk tidak mengatakannya secara publik demi kepentungan finansial. Dalam wawancara dengan The New York Times, Gates menjelaskan bahwa banyak eksekutif teknologi merasa khawatir akan laju dan dampak AI, tetapi takut mengungkapkannya karena pengaruhnya pada pendanaan triliunan dolar. Ia menekankan bahwa era AI kali ini tidak bisa disamakan dengan inovasi sebelumnya, karena lompatan kognitifnya melebihi ekspektasi, sementara mitigasinya belum mencapai tempat yang layak.

Gates memperingatkan bahwa AI akan mengambil alih pekerjaan di berbagai sektor seperti hukum, layanan pelanggan, kedokteran, perangkat lunak, dan manufaktur, bahkan lebih cepat dari yang pernah terjadi sebelumnya. Selain itu, AI juga berpotensi mempermudah aktor jahat dalam menyebarkan bahaya seperti bioterorisme, deepfake, dan misinformasi. Ia khawatir bahwa chatbot AI yang selalu membenarkan pengguna dapat melemahkan kemampuan sosialisasi dan berpikir kritis, terutama pada generasi muda yang lebih rentan.

Dalam tulisannya, Gates menegaskan bahwa manfaat dan bahaya AI datang bersamaan. Ia mendukai penggunaan AI untuk mempercepat inovasi dan menyelamatkan nyawa, tetapi menyerukan agar dunia lebih bijak dalam mengatur dan memantau pengembangannya agar tidak kehilangan kemampuan kritis dan etika yang dibutuhkan di era informasi yang semakin kompleks.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait