BMKG: Hujan Absen di Musim Kemarau Buat Abu Vulkanik Betah di Udara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

BMKG menyatakan hujan yang belum turun pada musim kemarau membuat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau bertahan di udara lebih lama. Pada 1-7 September, konsentrasi PM2.5 melonjak di Lampung dan Jakarta pada 5 September, sementara partikel kasar debu vulkanik meningkat pada 6 September dan merosot pada 7 September. Jakarta memiliki PM2.5 tinggi sebelum tangan tersebut akibat polusi perkotaan. BMKG menggunakan parameter Ångström Exponent untuk melacak masuknya debu vulkanik, menunjukkan dominasi partikel kasar pada pagi hari 6 September. Penggunaan masker disarankan di Jakarta karena campuran debu vulkanik dan polusi perkotaan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 8 September 2026 pukul 07.27
Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi dengan Durasi 10 hingga 15 Detik
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 11.38
Mendagri Minta Kepala Daerah Lindungi Masyarakat dari Abu Vulkanik
JPNN.com · 7 September 2026 pukul 01.23
Ketinggian Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mencapai 50 Ribu Kaki
kumparan · 6 September 2026 pukul 20.21
Polres Metro Bekasi Kota Bagikan Masker, Antisipasi Abu Vulkanik Anak Krakatau
Berita terkait
Bandung Zoo Siapkan Tirai hingga Isolasi Satwa Imbas Abu Vulkanik
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 13.17
Cara Cek Sebaran Abu Vulkanik dengan Mudah, Cuma Lewat HP
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 09.33
BMKG Pantau Anak Krakatau 24 Jam, 20 Alat Pengukur Tsunami Disiagakan di Selat Sunda
VOI · 6 September 2026 pukul 16.05
Dokter Sarankan Warga Jabodetabek Pakai Masker KN95, Cegah Abu Vulkanik
kumparan · 6 September 2026 pukul 15.56