BMKG Pantau Anak Krakatau 24 Jam, 20 Alat Pengukur Tsunami Disiagakan di Selat Sunda
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

BMKG memantau dampak erupsi Gunung Anak Krakatau selama 24 jam dengan fokus pada potensi tsunami, abu vulkanik, dan keselamatan penerbangan. Untuk pemantauan tsunami, 20 alat pengukur tinggi muka air laut (tsunami gauge) disiagakan di Selat Sunda, bersama sistem High-Frequency Radar Array di Carita dan Tanjung Lesung yang dapat mendeteksi tsunami hingga 150 km dari garis pantai. Hingga pukul 07.00 WIB, belum ada deteksi tsunami dengan probabilitas rendah. Abu vulkanik bergerak dominan: abu 20.000 kaki ke arah timur mencakup Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat; abu 50.000 kaki ke arah barat meliputi Lampung, Bengkulu, Selat Sunda, dan Samudra Hindia. Hasil pemantauan menjadi dasar penerbitan SIGMET untuk keselamatan penerbangan. Koordinasi dilakukan dengan BAGD ESDM, Kemenhub, dan BNPB.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 6 September 2026 pukul 14.09
BMKG: Potensi Tsunami di Selat Sunda Rendah, Gelombang Sekitar 1 Meter
kumparan · 6 September 2026 pukul 15.56
Dokter Sarankan Warga Jabodetabek Pakai Masker KN95, Cegah Abu Vulkanik
JPNN.com · 6 September 2026 pukul 15.52
11 Penerbangan Bandara Semarang Dibatalkan, Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 14.02
Tinjau Bandara Soekarno-Hatta, Menhub: Hasil Paper Test Masih Positif Abu Vulkanik
Berita terkait
Abu Anak Krakatau Meluas hingga Karang Tengah, Sebagian Besar Tangerang Terdampak
VOI · 6 September 2026 pukul 14.20
Semarang Disebut Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, BMKG: Masih Negatif
JPNN.com · 6 September 2026 pukul 13.27
BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca untuk Atasi Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau
JPNN.com · 6 September 2026 pukul 13.00
Gunung Anak Krakatau Erupsi, BMKG Pastikan Tak Ada Anomali Muka Air Laut
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 11.33