Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

BRIN Ungkap Dugaan Pemicu Kematian Massal Ikan di Danau Batur

Kematian massal ikan di Danau Batur, Bali, menjadi sorotan setelah 25 ton ikan budidaya mati akibat letupan belerang. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menduga peristiwa ini terkait dengan pencampuran kolom air danau, yaitu proses alami saat massa air dari lapisan dasar naik dan bercampur dengan air permukaan.

Peneliti biogeokimia BRIN, Sulung Nomosatryo, menyebut kadar oksigen terlarut di permukaan danau turun hingga mendekati 0 mg/L saat kejadian. Peneliti juga mencium bau menyengat hidrogen sulfida (H2S) yang mengindikasikan air dasar danau yang miskin oksigen terangkat ke permukaan. Air dasar ini membawa sulfida, yang dalam kondisi tertentu berubah menjadi hidrogen sulfida, bentuk paling beracun bagi ikan. Namun, BRIN belum menyimpulkan sulfida sebagai penyebab tunggal karena masih perlu analisis laboratorium terhadap seluruh parameter kualitas air.

Peneliti hidrodinamika BRIN, Arianto Budi Santoso, menambahkan bahwa Danau Batur merupakan danau vulkanik di dekat Gunung Batur sehingga kandungan sulfur relatif lebih tinggi. Saat kondisi tanpa oksigen, sulfat di dasar danau berubah menjadi sulfida, kemudian naik dan mengonsumsi oksigen terlarut saat teroksidasi kembali. Periode pencampuran air biasanya terjadi pada Juni-Agustus, akhir Desember, dan Februari. Dampaknya bergantung pada cuaca, karakteristik danau, kualitas air, dan kondisi ekosistem.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait