Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Cara Jenius Korea Selatan Lawan Gelombang Panas, Indonesia Bisa Tiru

Penelitian terbaru di Korea Selatan menunjukkan hutan kota berfungsi sebagai pendingin udara alami, menurunkan suhu hingga hampir 2 derajat Celsius saat gelombang panas. Studi oleh National Institute of Forest Science (NIFoS) mengukur suhu di 17 lokasi hutan kota di Seoul selama satu tahun, membandingkannya dengan kawasan perkotaan yang dipenuhi beton dan aspal. Hasilnya, hutan kota menjaga suhu malam hari 1,3-1,6 derajat Celsius lebih rendah dan siang hari hingga 1,8-1,9 derajat Celsius lebih rendah dibanding pusat kota.

Pepohonan bekerja dengan dua cara: tajuk menghalangi sinar Matahari dan evapotransiprasi dari daun menyerap panas dari udara. Sebaliknya, permukaan beton dan aspal menyimpan panas pada siang hari dan melepaskannya pada malam hari, membuat suhu tetap tinggi. Kondisi ini penting karena suhu malam yang tinggi dapat mengganggu kemampuan tubuh manusia dalam melepaskan panas.

Para peneliti menyarankan agar pemerintah tidak hanya memperbanyak ruang hijau, tetapi juga memperhatikan jenis vegetasi. Hutan campuran dan hutan berdaun lebar dengan vegetasi bertingkat paling efektif dalam pendinginan. Temuan ini mendukung penggunaan solusi berbasis alam untuk membantu kota beradaptasi dengan gelombang panas akibat perubahan iklim.

Berita terkait