Cara Jenius Korea Selatan Lawan Gelombang Panas, Indonesia Bisa Tiru
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penelitian terbaru di Korea Selatan menunjukkan hutan kota berfungsi sebagai pendingin udara alami, menurunkan suhu hingga hampir 2 derajat Celsius saat gelombang panas. Studi oleh National Institute of Forest Science (NIFoS) mengukur suhu di 17 lokasi hutan kota di Seoul selama satu tahun, membandingkannya dengan kawasan perkotaan yang dipenuhi beton dan aspal. Hasilnya, hutan kota menjaga suhu malam hari 1,3-1,6 derajat Celsius lebih rendah dan siang hari hingga 1,8-1,9 derajat Celsius lebih rendah dibanding pusat kota.
Pepohonan bekerja dengan dua cara: tajuk menghalangi sinar Matahari dan evapotransiprasi dari daun menyerap panas dari udara. Sebaliknya, permukaan beton dan aspal menyimpan panas pada siang hari dan melepaskannya pada malam hari, membuat suhu tetap tinggi. Kondisi ini penting karena suhu malam yang tinggi dapat mengganggu kemampuan tubuh manusia dalam melepaskan panas.
Para peneliti menyarankan agar pemerintah tidak hanya memperbanyak ruang hijau, tetapi juga memperhatikan jenis vegetasi. Hutan campuran dan hutan berdaun lebar dengan vegetasi bertingkat paling efektif dalam pendinginan. Temuan ini mendukung penggunaan solusi berbasis alam untuk membantu kota beradaptasi dengan gelombang panas akibat perubahan iklim.
Bagikan
Berita terkait
Gelombang Panas Ekstrem Melanda Eropa, Suhu Tembus 42,5 Derajat Celsius
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 12.09
Negara Diserang Ancaman Bahaya, Warga Diminta Tak Keluar Rumah
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 13.45
Rekor! Korsel Catat Suhu Tertinggi 42,5 Derajat Celsius
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 11.06
Setelah Jepang, Korea Selatan Kini Merasakan Hari Terpanas Sepanjang Sejarah
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 21.19